Mendengar kabar seorang ibu melahirkan dengan selamat membuat kebahagiaan memancar di hati setiap orang. Ada kalanya kebahagiaan itu mendorong kita untuk mengirimkan kado untuk si kecil. 
Ukhti shalihat, ternyata...si bayi belum memahami pentingnya berkado. Mahal atau lucunya barang yang dikirimkan. Baginya, kebahagiaan sejati hanya ada di pelukan ibu saat ia mendengar degup jantung beliau dan merasakan ASI juga belaian kasih sayangnya.
Alangkah bijaknya, jika kita mulai memperhatikan dan memberi kado untuk sang ibu. Harapannya, agar ibu merasakan gembira. Merasa terperhatikan dan termotivasi untuk pulih dari keletihan melahirkan. Ingat, Ukhti. lebih dari setengah ibu melahirkan di dunia ini mengalami sindrom bayi biru yang jika tak tertangani dengan baik maka menyebabkan depresi permanen.
cantiknya bayi baru lahir seakan mengalihkan
 perhatian  dunia dari sang ibu  pasca melahirkan
Bangun komunikasi dengan keluarga sang ibu (terutama ayah si bayi) dan peringatkan mengenai hal ini. Insyaallah perawatan bayi pun niscaya menjadi optimal. Sang ibu menikmati perannya dan bayi pun mendapatkan haknya :) 
Sindrom baby blues atau postpartum syndrome adalah sindrom pasca melahirkan, dan hampir 50% ibu pasca melahirkan mengalaminya.
Penyebab sindrom  baby blues:
  • Hormonal. Usai melahirkan kadar hormon kortisol meningkat mendekati kadar orang depresi. Pada saat yang bersamaan hormon laktogen dan prolaktin yang memicu produksi ASI meningkat, sementara kadar hormon progesteron sangat rendah. Hormon-hormon tersebut menimbulkan keletihan fisik dan memicu depresi
  • Sosial. Ibu mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan peran barunya, sang ibu merasa dijauhi oleh lingkungan dan terikat dengan si kecil yang baru lahir.
  • Fisik. Kelelahan fisik yang dialami ibu akibat aktivitas merawat si kecil sepanjang hari juga memicu sindrom ini
  • Psikologis. Ibu merasa kurang diperhatikan karena perhatian keluarga terutama suami tertuju pada bayi yang baru lahir, padahal ibu yang baru melahirkan kelelahan dan butuh perhatian. Selain itu perasaan kecewa pada perubahan bentuk tubuh juga bisa memicu depresi.

Gejala Sindrom Baby Blues

Gejala sindrom ini bermacam-macam mulai dari kehilangan nafsu makan, merasa bersalah dan tidak berharga, merasa sendiri, sesak nafas, sulit tidur, gelisah, berkeringat dingin, menangis tanpa sebab, tegang, bingung, sedih, murung, sakit, marah, dan berpikiran negatif pada suami
Dampaknya pada bayi
Bayi yang terus menerus mengalami perlakuan dari ibu yang tidak tulus akibat stress akan menjadi mudah menangis, rewel, gampang cemas, pemurung dan mudah sakit hati.
Perawatan pasca melahirkan|Cara mengatasi Sindrom Baby Blues
Mintalah bantuan untuk mengurus si kecil sehingga ibu bisa beristirahat. Banyak beristirahat pada bulan-bulan pertama setelah persalinan akan mencegah stress dan memulihkan tenaga. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang manis dan mengandung kafein karena akan memperburuk depresi. Konsumsilah makanan yang sehat agar tubuh segera pulih. Dukungan dari suami atau orang terdekat bisa mengurangi stress, berceritalah pada mereka.

Tips M-Care: sebaiknya, ayah baru berusaha secara optimal untuk mengurangi kelelahan fisik dan batin ibu baru. mengajaknya berkomunikasi dan membangun harapan bersama agar mental ibu menguat, bounding dengan anak pun semakin dalam.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...