Sering mendengar multitask? Ya, satu waktu mengerjakan banyak pekerjaan. Biasanya, para perempuan yang memiliki kemampuan ini. Sambil menggoreng, merebus air, dan menyapu dapur. Sesekali menjawab panggilan anak.  Pnsyaallah kita para perempuan muslimah selalu bisa diandalkan walau terkadang kegiatan seperti ini membuat jenuh juga. Pokoknya, baca artikelnya ya...

Sebaiknya jangan pernah meminta lelaki untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan sekaligus, karena para psikolog telah membuktikan bahwa laki-laki benar-benar buruk dalam pekerjaanmultitasking dibandingkan perempuan.

Selama ini mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa laki-laki umumnya tidak mampu melakukan lebih dari satu pekerjaan sekaligus. Namun belum ada fakta yang membuktikannya. Ini hanya menjadi sekedar wacana.

Para peneliti di Inggris kemudian mencoba menguji kebenaran mengenai hal tersebut setelah mengetahui bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang pernah melakukannya.
"Kami semua telah mendengar cerita bahwa laki-laki tidak bisa melakukan pekerjaan multitask atau sebaliknya bahwa perempuan sangat baik dalam mengerjakan pekerjaan multitasking,” ucap pemimpin penelitian, Professor Keith Laws, seorang psikolog di University of Hertfordshire.

"Tapi tidak ada bukti empiris yang menunjukan hal ini. Semua hanya didasarkan pada cerita rakyat dan kabar angin ketika saya mencari literatur ilmiah, " lanjutnya seperti yang dilansir dari 
Telegraph.

Dari hasil penelitian yang ditunjukan, para ilmuwan percaya bahwa perempuan lebih mampu merefleksikan masalah, sambil terus menyeimbangkan komitmen mereka yang lain ketimbang laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa ketika perempuan dan laki-laki mengerjakan beberapa tugas sederhana - seperti mencari kunci atau menyelesaikan soal matematika mudah dalam waktu bersamaan, para perempuan secara signifikan mengungguli para laki-laki.


Dalam penelitiannya, Professor Keith melibatkan 50 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan. Mereka diminta melakukan tiga tugas pada waktu yang sama. Masing-masing dari mereka hanya diberikan waktu delapan menit untuk menyelesaikan 3 tugas tersebut, yakni mengerjakan soal-soal matematika sederhana, menemukan restoran di peta dan membuat sketsa strategi mengenai bagaimana cara mereka mencari kunci yang hilang di bidang imajiner. Ketika mereka sedang melakukan tugas tersebut, para partisipan juga dihadapkan pada panggilan telepon. Mereka kemudian diberi pilihan untuk menjawab atau mengabaikannya. Jika mereka tidak menjawab, mereka diberikan tes tambahan berupa pengetahuan umum sambil terus melanjutkan tugas lainnya.

Dari keempat tes yang diberikan, perempuan mampu menujukan performa yang baik dibanding laki-laki. Penelitian menunjukan para lelaki rata-rata lebih buruk dalam tugas mencari kunci.

"Laki-laki seharusnya memiliki tingkat kesadaran spasial yang lebih baik daripada perempuan, sehingga setidaknya mereka bisa mengungguli perempuan pada tugas mencari restauran di peta dan mencari kunci,” ujarnya.

Namun dari semua tugas yang diberikan peneliti, laki-laki nampaknya tidak memperhatikan perencanaan dan strategi.

"Laki-laki memulai pencarian di tempat yang kurang logis seperti tengah lapangan dan cenderung tidak memperhitungkan seluruh wilayah ketika memulai pencarian. Sementara perempuan cenderung masuk ke dalam satu sudut dan melakukan pencarian ke dalam lingkaran konsentris atau baris. Ini menunjukkan bahwa perempuan lebih baik untuk dapat berdiri kembali dan merefleksikannya sejenak, sementara mereka tetap melakukan hal-hal lainnya,” pungkas Professor Keith.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...